Dari Teluk Jakarta ke Panggung Nasional: Kisah Awal Emil Salim Menjadi Pelopor Kebijakan Lingkungan
By Admin

Emil Salim
nusakini.com, Jakarta – Sebuah peristiwa sederhana di perairan Teluk Jakarta puluhan tahun lalu ternyata menjadi titik balik perjalanan karier Emil Salim dalam bidang lingkungan hidup.
Kisah tersebut kembali diungkap Emil Salim saat perayaan ulang tahunnya yang ke-96 dan peluncuran buku biografi di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
Dalam kesempatan itu, Emil mengenang momen ketika dirinya masih menjabat Menteri Perhubungan dan memancing bersama Presiden Soeharto di Teluk Jakarta.
Saat berada di lokasi, keduanya melihat langsung tanda-tanda kerusakan lingkungan yang mulai terjadi di kawasan pesisir tersebut. Percakapan yang berlangsung di tengah kegiatan itu kemudian berujung pada penugasan baru bagi Emil untuk menangani urusan lingkungan hidup nasional.
Emil mengaku saat menerima amanah tersebut dirinya belum memahami isu lingkungan secara mendalam. Namun ia menerima tugas tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada negara.
Alih-alih langsung mengadopsi konsep dari luar negeri, Emil memilih melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia untuk memahami persoalan lingkungan dari akar rumput.
Pendekatan tersebut kemudian membentuk cara pandangnya dalam menyusun kebijakan lingkungan. Ia menilai solusi yang efektif harus lahir dari pemahaman terhadap kondisi sosial, budaya, dan nilai yang hidup di masyarakat.
Pemikiran itu kemudian berkembang menjadi gagasan kolaborasi yang selama ini identik dengan dirinya. Emil meyakini keberhasilan menjaga lingkungan bergantung pada keterlibatan seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah hingga komunitas lokal.
Warisan pemikiran tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan yang hadir dalam acara tersebut. Mantan Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, menyebut Emil sebagai sosok langka yang memiliki pandangan jauh ke depan, termasuk dalam isu konservasi mangrove yang kini menjadi bagian penting dari agenda lingkungan global.
Sementara itu, Menteri/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, menilai kontribusi terbesar Emil tidak hanya terletak pada kebijakan yang pernah dilahirkannya, tetapi juga pada cara berpikir yang menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai fondasi pembangunan masa depan.
Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun, acara tersebut menjadi pengingat tentang perjalanan panjang seorang tokoh yang turut membentuk arah kebijakan lingkungan Indonesia dan terus menginspirasi generasi penerus hingga hari ini. (*)